Hal itu disampaikan Wasekjen PKB, Daniel Johan saat ditemui
Kantor Berita Politik RMOL di kompleks DPR, Jakarta, Selasa (18/9).
"Intinya kebijakan impor itu harus hati-hati dan terukur, karena kalau tidak terukur akan menggerus suara Pak Jokowi," kata Daniel.
Wakil Ketua Komisi IV tersebut menilai, kebijakan impor sangat berbahaya bagi Jokowi sendiri. Maka dari itu, penggunaan basis data harus diperhatikan.
Daniel menilai, kebijakan impor hanya bisa dilakukan berdasarkan kebutuhan. Misalkan di saat produksi menurun dan permintaan tinggi.
"Jadi kita impor hanya yang kita butuh pada saat kita kekurangan tetapi dalam konteks beras jangan mengimpor pada saat petani lagi panen," imbuhnya.
Menurut Daniel, stok beras saat ini banyak bahkan bisa dibilang surplus. lantaran itu, kebijakan impor beras yang dilakukan Kemendag harus dikaji ulang.
"Sekarang beras itu banyak di pusat-pusat produksi pertanian tetapi karena Bulog terhambat untuk menyerap beras petani karena dibatasi oleh harga yang rendah," pungkasnya.
[lov]
BERITA TERKAIT: