“Jangan biarkan kuburan demokrasi ini dibangun oleh MK,†kata koordinator aksi gugatan ambang batas 20 persen, Dahnil Anzar Simanjutak di depan Gedung MK, Jakarta, Rabu (8/8).
Menurutnya, MK tak berpihak kepada demokrasi Indonesia yang diatur berdasarkan konstitusi. Sehingga matinya demokrasi pada Pemilu 2019 juga berimplikasi pada matinya konstitusi.
"Hal ini sangat membahayakan kehidupan demokrasi bangsa dan negara. Oleh karena itu melalui aksi ini, kehidupan demokrasi harus diselamatkan," tutur Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah ini.
[jto]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: