Panggung Atraksi Wushu di Sekolah Rakyat Manado Pukau Mensos

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ahmad-satryo-1'>AHMAD SATRYO</a>
LAPORAN: AHMAD SATRYO
  • Minggu, 14 Juni 2026, 10:01 WIB
Panggung Atraksi Wushu di Sekolah Rakyat Manado Pukau Mensos
Atraksi seni bela diri Wushu asal Tiongkok, yang ditampilkan Siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 21 Manado dalam acara Open House yang dihadiri Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf, di Sulawesi Selatan, Kamis, 11 Juni 2026. (Foto: Humas Kementerian Sosial)
rmol news logo Sekolah Rakyat di Manado, Sulawesi Utara (Sulut) mulai menampilkan hasil pembelajarannya selama hampir setahun, khususnya dalam bidang seni olahraga.

Hal tersebut terekam saat Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf melakukan kunjungan kerja ke Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 21 Manado, pada Kamis, 11 Juni 2026.

Sosok Menteri yang kerap disapa Gus Ipul itu mengaku terpukau penampilan seni bela diri Wushu dari siswa SRMP 21 Manado, sebagai sebuah pertunjukan tradisional asal Tiongkok yang memadukan unsur gerakan fisik yang dinamis, estetika, dan ketangkasan.

"Sekolah Rakyat sudah mulai tahun kemarin, pada Juli tahun 2025, di 166 titik, salah satunya di Kota Manado. Hasil dari proses pembelajaran sudah mulai ditampilkan tadi sebagian di atas panggung, lebih percaya diri, lebih bugar,” kata dia dikutip melalui keterangan tertulisnya pada Minggu, 14 Juni 2026.

Disamping takjub dengan penampilan atraksi wushu, Gus Ipul juga disuguhkan penampilan siswa lainnya dalam pertunjukan baris variasi, tari kabasaran khas Sulawesi Utara, pidato bahasa Inggris dan Arab, paduan suara, dan puisi. 

Gus Ipul menyebutkan keberanian siswa Sekolah Rakyat untuk tampil di atas panggung merupakan suatu karakter yang positif dan diharapkan bisa terus berkembang kedepannya dengan terus diberikan dukungan di Sekolah Rakyat.

"Program Sekolah Rakyat dimulai dengan kejujuran dan keterbukaan dan kejujuran terkait kondisi nyata dilapangan, dimana masih ada anak-anak usia sekolah yang tidak sekolah, belum sekolah, putus sekolah atau berpotensi putus sekolah," urainya.

“Ada keluarga-keluarga yang kesulitan untuk membelikan seragam putra-putrinya, kita jujur masih ada keluarga-keluarga yang belum sejahtera, maka itulah Bapak Presiden ingin mendukung keluarga-keluarga yang masih dalam Desil 1 dan 2 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional, dengan menghadirkan Sekolah Rakyat,” demikian Gus Ipul menambahkan.

Kunjungan kerja Mensos salam rangka menghadiri kegiatan Open House SRMP 21 Manado dalam membuka kesempatan kepada calon siswa dan orang tuanya, serta tokoh-tokoh masyarakat, pemerintah daerah untuk dapat melihat secara langsung perkembangan pembelajaran siswa Sekolah Rakyat.

Pada kesempatan ini, para calon siswa dan orang tua yang hadir semakin yakin bawa Sekolah Rakyat adalah harapan baru untuk memperoleh pendidikan gratis berkualitas dalam upaya memutus rantai kemiskinan.

Hal tersebut dirasakan Olivia Susanti Wemben, orang tua dari calon siswa Savior L. Paulus. Dia menyampaikan keinginannya agar anaknya bisa bersekolah di Sekolah Rakyat.

“Mau menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya untuk Bapak Presiden, karena berkat Pak Presiden boleh membangun Sekolah Rakyat, sehingga anak-anak saya juga anak-anak kurang mampu lainnya boleh mendapatkan pendidikan yang luar biasa,” kata Olivia haru.

Kegiatan ini turut dihadiri Gubernur Sulawesi Utara yang diwakili Asisten III Fransiskus E. Manumpil, Wali Kota Manado Andrei Angouw, Bupati Minahasa yang diwakili Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa Linda Watania, Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kemensos Supomo, serta Staf Khusus dan Tenaga Ahli Menteri Sosial. rmol news logo article
EDITOR: AHMAD ALFIAN

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA