“Integritas ini adalah dasar dalam menjaga sistem pelayanan publik dari penyimpangan yang dilakukan oleh aparat secara individu maupun terorganisasi. Saya sangat mendukung upaya yang dilakukan oleh kementerian terkait. Tindakan ini juga menunjukkan komitmen pemerintah,” katanya dikutip Minggu, 14 Juni 2026.
Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, sebelumnya membeberkan pihaknya telah menindak ratusan pelanggaran, mulai dari ringan, sedang, hingga berat, terhadap jajarannya. Agus menyebut 90 pegawai juga sudah diberhentikan karena melakukan pelanggaran.
Wacana bersih-bersih ini kian menguat setelah pekan lalu, tepatnya pada Kamis, 4 Juni 2026, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap tangan delapan pejabat di lingkungan Imigrasi Jakarta Barat.
Meity berharap upaya penegakan integritas yang dilakukan Imipas tidak hanya menyasar jajaran imigrasi, tetapi juga berlangsung menyeluruh hingga ke lingkungan pemasyarakatan. Langkah ini harus dilakukan secara konsisten dan tidak tebang pilih agar kepercayaan publik terhadap institusi dapat terjaga.
Menurut politikus PKS asal Sulawesi Selatan tersebut, di ranah ini masih banyak temuan penyimpangan yang dilakukan petugas, seperti adanya dugaan keterlibatan oknum dalam jual beli ruangan, peredaran narkoba, dan lain-lain.
“Soal narkoba ini sudah bukan rahasia umum. Di Sulawesi Selatan, misalnya, dalam beberapa pengungkapan kasus peredaran narkoba oleh kepolisian di daerah-daerah, ditemukan bahwa sebagian di antaranya digerakkan dari dalam lapas. Jadi, saya berharap penegakan integritas ini berlangsung menyeluruh di lingkup Imipas,” pungkasnya.
BERITA TERKAIT: