Menurutnya selama tiga tahun pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla berjalan, tidak ada upaya yang dilakukan untuk menekan para pemain harga bawang putih.
"Sampai sekarang enggak ada perubahan kok, kalau memang pemerintah serius berantas mafia ya lakukan sesuatu," kata Fadli di komplek Parlemen, Jakarta, Jumat, (27/4).
Fadli menilai maraknya kartel di bawang putih lantaran pemerintah tidak memiliki data mekanisme perdagangan komoditas tersebut. Meski sudah impor, harga bawang putih di pasaran tetap tidak stabil.
Menurutnya selama permasalahan ini masih terus terjadi maka bukan tidak mungkin oknum pemerintah justru menghendaki kartel bawang putih untuk meraup keuntungan.
"Karena produksi kita kurang terus maka untuk memenuhi kebutuhan harus impor, ini datanya harus jelas biar dari waktu ke waktu nggak begini terus," tandasnya.
[nes]