Pertemuan tersebut dilakukan untuk mendengarkan langsung aspirasi yang akan disampaikan para demonstran.
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengatakan pihaknya telah mengetahui rencana aksi mahasiswa dan membuka ruang dialog dengan para peserta aksi.
"Besok memang ada rencana ditemui oleh pimpinan DPR kok," kata Dasco di Kompleks Parlemen, Kamis, 18 Juni 2026.
Meski demikian, Dasco tidak merinci aliansi mahasiswa yang akan diterima. Berdasarkan informasi yang beredar, aksi di depan Gedung DPR dijadwalkan digelar oleh BEM Universitas Trisakti.
Melalui unggahan di media sosialnya, BEM Universitas Trisakti mengusung tiga tuntutan, yakni memulihkan ekonomi dan politik, memberantas inkompetensi pejabat, serta mengembalikan supremasi sipil. Massa juga mendesak pemerintah menurunkan harga BBM, menghentikan pemborosan APBN, dan menolak UU Polri yang baru disahkan.
"BEM FTI Usakti memanggil seluruh elemen mahasiswa untuk merapatkan barisan, turun ke jalan, dan memastikan suara rakyat terdengar lantang hingga ke dalam gedung parlemen," demikian bunyi seruan aksi yang diunggah panitia.
Untuk mengamankan jalannya aksi, sebanyak 4.263 personel gabungan dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, dan Polsek jajaran diterjunkan di sejumlah titik unjuk rasa di Jakarta Pusat, termasuk kawasan DPR/MPR RI.
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat Iptu Erlyn Sumantri mengimbau seluruh peserta aksi menyampaikan aspirasi secara damai dan mematuhi ketentuan yang berlaku.
"Sampaikan pendapat dengan damai, tidak anarkis, tidak membakar ban bekas, tidak merusak fasilitas umum, serta tidak melawan petugas. Hormati masyarakat lain yang sedang beraktivitas," kata Erlyn.
BERITA TERKAIT: