Indonesia Perlu Beralih Ke Elektronik Voting Saat Pemilu

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/adityo-nugroho-1'>ADITYO NUGROHO</a>
LAPORAN: ADITYO NUGROHO
  • Jumat, 20 April 2018, 04:37 WIB
Indonesia Perlu Beralih Ke Elektronik Voting Saat Pemilu
Foto: Net
rmol news logo Pemilihan yang menggunakan surat suara membuat pembiayaan pemilu selalu membengkak.

Atas alasan itu, Direktur Eksekutif IndoBarometer M Qodari menilai bahwa Indonesia perlu beralih menggunakan elektronik voting di setiap pelaksanaan gelaran pemilu.

"Pembiayaan pemilu itu bisa ditata ulang, misalnya adanya pemilihan langsung menggunakan elektronik voting," kata Qodari di hotel Haris Suite FX, Jakarta, Kamis (19/4).

Menurutnya, di negara-negara maju, praktik pemilunya sudah menggunakan elektronik voting. Ia heran pemerintah dan para politisi di Senayan enggan mendorong mekanisme ini guna kebaikan demokrasi Indonesia.

"Permasalahannya elit politik kita tidak pernah mendorong ke arah sana. Untuk urusan duit percaya dengan ATM, untuk pemilu tidak percaya dengan elektronik voting," bebernya.

Ia menyebut memang semuanya berbalik lagi pada tingkat kepercayaan di masyarakat dan penyelenggara pemilunya.

"Di luar negeri bahkan ada yang memilih lewat email kepada penyelenggara pemilunya," pungkas Qodari. [ian]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA