Menurutnya permasalahan tersebut merupakan hal yang biasa dan tidak ada yang perlu diperbesar. Apalagi dr Terawan juga diberi kesempatan untuk memberi jawaban.
"Masalah ini menjadi hangat itu karena perannya anda kayaknya (wartawan-red)," kelakar Ilham di gedung Parlemen, Rabu, (11/4).
Menurut dia, polemik dr Terawan bermula dari metode "cuci otak" yang dilakukan dr Terawan. Metode tersebut kemudian dianggap melanggar kode etik kedokteran. Di sisi lain masih ada perdebatan dengan metode tersebut dan dr Terawan juga tetap diberikan pembelaan.
Namun lagi-lagi, Ilham menyebut insan pers yang terus mengompori para pejabat dan DPR untuk mengomentari permasalahan tesebut sebelum dr Terawan memberikan pembelaan.
"Anda semua yang 'ngomporin' masyarakat dan pejabat, betul enggak?" cetusnya.
Sejauh ini, IDI terus membahas soal pembelaan dr Terawan karena seberat apapun hukuman yang diterimanya tetap harus melalui mekanisme pembelaan dari yang bersangkutan.
"Orang yang dihukum berat itu layak mendapat pembelaan," terang dia.
[nes]
BERITA TERKAIT: