Tambahan tersebut dikucurkan Purbaya untuk menambal anggaran subsidi karena pemerintah memutuskan tidak menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).
“Rp90 triliun sampai Rp100 triliun (untuk) subsidi kan, kompensasi lain lagi,” kata Purbaya saat ditemui di Wisma Danantara, Jakarta, pada Rabu, 1 April 2026.
Adapun tambahan anggaran tersebut diluar dari pagu subsidi dan kompensasi yang ditetapkan pemerintah tahun ini senilai Rp381,3 triliun, mayoritas untuk subsidi energi sebesar Rp210,1 triliun yang mencakup BBM, listrik, dan LPG 3 kg.
Imbas lonjakan harga minyak yang telah mencapai 100 Dolar AS per barel, Purbaya pun memprediksi defisit APBN 2026 akan terkerek dari target 2,68 persen menjadi 2,9 persen dari produk domestik bruto (PDB), namun masih di bawah batas yang ditetapkan pemerintah.
"Kita mindset dengan asumsi harga minyak tinggi terus dan rata-rata 100 Dolar AS sepanjang tahun. Kita lakukan kebijakan sehingga defisitnya terkendali di 2,9 persen," tuturnya.
BERITA TERKAIT: