Begitu tegas Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Andi Arief menanggapi sikap PDIP dalam merespon kesaksian terdakwa korupsi pengadaan KTP-EL Setya Novanto yang menyebut dua kader PDIP, Puan Maharani dan Pramono Anung.
Dia kemudian memberikan contoh Partai Demokrat saat sejumlah kadernya terserang kasus korupsi. Saat itu, Demokrat dengat tegas mengamputasi korupsi dari tubuh partai. Seharusnya, sambung dia, siapapun partai berkuasa harus mencontoh langkah Demokrat tersebut.
"Saat dituduh kasus Century, Partai Demokrat meminta dibuka seterang-terangnya. Begitu pula terpaan Hambalang, dihadapi bukan dihalangi," ujarnya dalam akun
Twitter @andiarief_, Jumat (23/3).
Kata Andi, meski banyak kader yang tertimpa kasus korupsi, Partai Demokrat tidak pernah mengumbar wacana pembubaran KPK dan upaya-upaya lain dalam melemahkan komisi antirasuah itu.
"Pansus Century, outputnya Demokrat bersih. Pengadilan Hambalang buktikan sebagai partai tak terlibat, kader terlibat di luar urusan partai," jelasnya.
Lebih lanjut, Andi Arief mengaku setuju dengan pandangan yang dilontarkan Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra yang menyebut bahwa korupsi sistematis yang melibatkan partai harus diganjar dengan pembubaran partai.
"Partai demokrat berharap jikapun nantinya ada kader PDIP yang terlibat, bukanlah karena gerakan sistematis partai. Hanya oknum," harapnya.
"Saya Pancasila, kami menolak partai yang secara sengaja menginstruksikan kadernya korupsi untuk menghidupi partai. Anda juga kan?" tukas Andi Arief.
[ian]
BERITA TERKAIT: