Selamat Idul Fitri
Selamat Idul Fitri Mudik

PILKADA SERENTAK 2018

Ray Rangkuti: Pilkada Hanya Jadi Pesta Politisi Pusat

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Kamis, 04 Januari 2018, 10:56 WIB
Ray Rangkuti: Pilkada Hanya Jadi Pesta Politisi Pusat
Ray Rangkuti/Net
rmol news logo . Pilkada Serentak 2018 tidak lagi mencerminkan demokrasi yang utuh dan hanya sekedar menjadi pesta pengurus partai politik tingkat pusat.

Pengamat politik, Ray Rangkuti menyebut aturan baru dalam pelaksaaan Pilkada menjadikan pengurus pusat penjadi penentu dan memutuskan siapa orang yang akan bertarung di daerah.

Bahkan, menurutnya, dalam beberapa kasus penentuan calon kepala daerah terdapat keputusan yang dibuat pengurus pusat dengan mengesampingkan aspirasi daerah.

"Karena kan daerah memang boleh mengusulkan tetapi kan pusat yang memutuskan seperti apa pilihannya, nah efeknya seperti sekarang yaitu keinginan pusat itu lebih kuat," ujar Ray kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (4/1).

Ray menyebutkan salah satu kejadian yang ada di Partai Golkar. Di mana pada saat pengambilan keputusan mendukung Walikota Bandung, Ridwan Kamil di Jawa Barat, Golkar lebih mengutamakan survei dari pada aspirasi kadernya di sana.

"Kasus Golkar kemarin itu yang mendukung Ridwan Kamil itu kan karena keinginan pusatnya dan bukan dialog dengan dengan yang lokal sana, akhirnya kan diubah lagi sekarang," jelasnya.

Ia pun mengingatkan kembali kepada seluruh partai politik bahwa demokrasi tidak sekedar memenangkan Pilkada. Tetapi bagaimana aspirasi kader partai bisa di dengar oleh atasannya.

"Pusat harusnya sadar bahwa kewajiban mereka adalah mendengar apa yang menjadi aspirasi daerah," pungkas Ray. [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA