Begitu kata Ketua DPW PKS NTT, Suharjito saat silaturahmi PKS dan Gerindra di Kantor DPW PKS NTT di Kota Kupang beberapa hari lalu. Kesiapan tersebut, menurut Suharjito, dibuktikan oleh Eston Foenay dan Christian Rotok yang kompak hadir dalam ini.
"Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Esthon dan Bapak Rotok serta rombongan Partai Gerindra, yang telah bersilaturahmi dengan kami (PKS) secara lengkap. Beberapa bakal calon gubernur NTT yang bersilaturahmi ke PKS, mereka datang sendiri-sendiri tanpa calon wakil. Bahkan ada yang bercanda kepada PKS untuk carikan pasangannya," jelasnya sebagaimana keterangan tertulis yang diterima redaksi, Senin (18/9).
Sementara mengenai potensi koalisi Gerindra dan PKS di Pilgub 2018, Suharjito menjelaskan bahwa di pusat sering didengungkan bahwa Gerindra dan PKS adalah sekutu paling dekat di dalam percaturan politik Indonesia saat ini.
Namun demikian, terkadang ada dinamika politik yang membuat keputusan di level pusat boleh jadi belum sejalan di tingkat daerah. Tarik ulur kepentingan koalisi Gerindra-PKS di Pilgub Jawa Barat 2018 adalah salah satu contohnya.
Tapi untuk koalisi di NTT, Suharjito memastikan bahwa dia akan ikut arahan pusat.
"Sehingga kepastian koalisi PKS dan Gerindra di Pilgub NTT 2018, keputusan sepenuhnya ada di tangan DPP PKS," pungkasnya.
[ian]
BERITA TERKAIT: