"Saya kira suatu hal yang lumrah jika ada perempuan jadi presiden, tetapi sekaligus kemajuan bagi Singapura karena pertama kali terjadi di sana," ujar Anggota Komisi I DPR RI, Djenri Alting Keintjem ketika ditemui redaksi di Ruang Komisi I, Komplek Parlemen, Selasa (12/9).
Sebagai negara yang majemuk, lanjut Djenri, sudah sepatutnya perempuan diberi kepercayaan untuk mengisi posisi strategis seperti presiden.
Walaupun, menurutnya, dalam sistem negara di Singapura peranan pemimpin masih terbagi dengan perdana menteri, terutama dalam pengambilan kebijakan.
"Peran presiden di sana tidak sebesar presiden di Indonesia karena pengambilan kebijakan politik dan ekonomi itu ada di perdana menterinya" jelas politisi PDIP itu.
Halimah Yacob akan diumumkan sebagai Presiden Singapura menggantikan Tony Tan yang telah enam tahun menjabat, besok (Rabu, 13/9).
Halimah didaulat menjadi presiden setelah dua kandidat presiden lainnya, Mohamed Salleh Marican dan Farid Khan dinyatakan gagal lolos.
[ian]
BERITA TERKAIT: