Lewat tulisan berjudul Suu Kyi dan Megawati, jurnalis senior tersebut hanya mengungkap fakta soal sosok kedua pemimpin perempuan tersebut.
Demikian penilaian politikus Partai Gerindra Iwan Sumule saat dimintai komentar atas pelaporan Dandhy ke Kepolisian terkait tulisannya itu.
Dandhy dilaporkan aktivis Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem) Jawa Timur karena tak terima Megawati Soekarnoputri disamakan dengan pemimpin Myanmar bernama lengkap lengkap Aung San Suu Kyi.
"Dandhy hanya mengungkap fakta pada dua pemimpin wanita," katanya kepada
Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (7/9).
Selain itu, menurut Iwan Sumule, Dandhy hanya mengingatkan janji politik kedua tokoh tersebut, utamanya Megawati sebelum berkuasa. [Klik:
Suu Kyi dan Megawati]
"Bahwa menjadi politikus dan pemimpin itu butuh konsistensi dalam ucapan dan tindakan," tegas aktivis '98 ini.
[zul]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: