Kepala Biro Sumber Daya Manusia Sekretariat Jenderal KPU Lucky Firnandy Majanto dalam laporannya mengatakan bahwa tujuan workshop ini meliputi beberapa aspek, diantaranya mengevaluasi aspek akademik, mengevaluasi perkembangan studi gelombang I dan II, melakukan sinkronisasi mekanisme rekrutmen dan jadwal tahapan seleksi mahasiswa baru S2, standarisasi mata kuliah disetiap universitas, mengevaluasi proses penyelesaian administrasi agar berjalan dengan baik dan lancar serta instrumen monitoring dan evaluasi.
Workshop yang diselenggarakan untuk kedua kalinya ini dihadiri oleh ketua dan anggota KPU, Wakil Walikota Kota Batu Punjul Santoso, komisioner KPU Kota Batu, penulis modul Tata Kelola Pemilu, dan pejabat eselon II & III Sekretariat Jenderal KPU serta 10 perwakilan dari universitas.
Pada kesempatan yang sama Ketua KPU Arief Budiman mengatakan, kegiatan ini menjadi program penyempurnaan dari workshop pertama yang digelar bulan Juli 2017 lalu di Bali.
"Kita tidak boleh lagi menyelenggarakan pemilu hanya berdasarkan insting, hanya berdasarkan pengalaman, tapi juga harus berdasarkan ilmu, ilmunya itu disediakan oleh sepuluh universitas patner KPU," ungkap Arief seperti dilansir dari laman
kpuDitambahkannya, peta pelaksanaan pemilu Indonesia perannya semakin penting bagi dunia internasional.
"Harapan saya bagi mahasiswa yang sedang mengikuti studi tata kelola pemilu ini kedepannya punya prespektif yang luas," ujar Arief.
[rus]
BERITA TERKAIT: