"KPPG memang lebih banyak perempuan dari segi kapital juga tidak besar. Maka saya mendorong agar perempuan maju bersama-sama dengan meningkatkan kemampuan dan kompentensi perempuan di dalam partai melalui workshop yang diselenggarakan," kata ketua Umum KPPG Ulla Nuchrawatydi sela workshop nasional bertema 'Perempuan Legislatif, Eksekutif dan Kader Partai Golkar' yang diselenggarakan di Hotel Sultan, Jakarta (Minggu (27/8).
Dia menilai, sumber daya manusia di Golkar tentu harus terus ditingkatkan. Hal itu merupakan tugas partai agar kader-kadernya mampu menjawab tantangan di masa yang akan datang.
"Jika parpol diibaratkan dapur tentu dia harus memilih bahan baku masakan yang layak, pantas dan mengolahnya dengan baik. Artinya kader-kader harus disiapkan sebaik mungkin, makanya KPPG menyelenggarakan workshop yang tujuannya ke sana," jelas Ulla.
Menurutnya, political will diperlukan agar perempuan bisa maju. Political will itu gayung bersambut dengan Golkar yang juga ingin banyak kader perempuannya berkiprah di legislatif dan eksekutif.
"Tinggal political will pemerintah adalah menjaga agar perempuan jangan sampai termarjinalkan, apalagi kalau dia memang sengaja dikalahkan," harap Ulla.
Sekarang, KPPG mempersiapkan beberapa mekanisme atau sistem mengarah pada proses agar perempuan lebih unggul ke depan. Dengan terus menyelenggarakan sekolah perempuan Partai Golkar. Terkait seringnya suara perempuan dicurangi atau bahkan dicuri pada setiap pemilu, Ulla melihat hanya sedikit perempuan yang bisa melawan dan muncul stigma bahwa perempuan dibohongi saja mau, selalu mengalah dan lebih pada ketabahan serta keikhlasan.
"Saya tegaskan janganlah curang terhadap perempuan karena itu sama saja curang pada ibumu, dan workshop ini juga memberikan pengetahuan bagi perempuan agar suaranya tidak dicurani atau dicuri. Workshop ini pendidikan dan sekolah politik perempuan Partai Golkar secara formal agar kader perempuan Golkar benar-benar siap menghadapi pemilu nanti," pungkas Ulla.
[wah]
BERITA TERKAIT: