Alhamdulillah, Tak Ada Jamaah Kita Jadi Korban

Hotel Di Mekkah Terbakar

Selasa, 22 Agustus 2017, 09:15 WIB
Alhamdulillah, Tak Ada Jamaah Kita Jadi Korban
Foto/Net
rmol news logo Sebuah hotel berlantai 15 di Kota Suci Makkah, Arab Saudi, kemarin mengalami kebakaran. Seluruh penghuni hotel yang mencapai 600 orang berhasil dievakuasi. Otoritas setempat merilis hasil pengecekan tempat kejadian perkara. Alhamdulillah, tak ada jamaah kita jadi korban.

Juru bicara pertahanan sipil, Nayef al-Sharif mengatakan tidak ada laporan korban jiwa dalam kebakaran yang melanda Hotel 608 atau tepatnya di Rawabi Mina Hotel Syisyah Raudhah. Hotel yang berada di Mekkah itu terbakar akibat kerusakan unit pendingin udara di lantai delapan.

Sebagai langkah antisipasi, total 600 tamu hotel yang seluruhnya merupakan jamaah haji langsung diungsikan. Sehingga, otoritas setempat mampu menjinakkan api dan mencegah jatuhnya korban. Evakuasi berlangsung cepat, dan alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Disebutkan, api juga cepat dipadamkan.

"Tidak ada korban dalam peristiwa itu. Sebagian besar jemaah haji asal dari Turki dan Yaman," ujar Sharif seperti dikutip AFP, kemarin.

Sharif menyimpulkan kebakaran itu terbilang kecil, terjadi di salah satu spot hotel lantai delapan. Alhasil, begitu api berhasil dijinakkan, otoritas setempat mengembalikan ratusan jamaah yang dievakuasi ke kamar masing-masing.

Sekalipun dikategorikan kebakaran kecil, tetap saja bikin panik warga Indonesia. Pasalnya, dari total 2,5 juta jamaah haji sedunia tahun ini, sebanyak 221 ribu jamaahnya berasal dari tanah air. Sontak, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi langsung mengecek. Hasilnya, jamaah Indonesia aman.

"Bukan di hotel tempat jamaah kita menginap, tapi jamaah Turki," kata Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Mekah, Nasrullah Jasam, kepada tim Media Center Haji (MCH), kemarin.

Nasrullah menjelaskan, berdasarkan pengecekan lapangan, kebakaran kecil terjadi di Hotel 608 atau tepatnya di Rawabi Mina Hotel Syisyah Raudhah. Insiden dapat ditangani dengan cepat. Jemaah Indonesia yang berada di sekitar lokasi dan berbeda hotel tidak perlu dievakuasi.

Hasil penelusuran tim haji Indonesia, ternyata kebakaran yang membuat pendingin udara meledak itu disebabkan hal sepele. Yaitu, kecerobohan jamaah yang merokok dan membuang puntung rokoknya sembarangan, dalam hal ini ke dalam kardus berisi sampah dan kain ihram.

Memang, hotel melarang jamaah untuk merokok di area kamar. Namun, penikmat rokok ini berbuat hal bodoh dengan merokok di tangga darurat. Parahnya lagi, mereka membuang puntung rokok itu ke dalam kardus yang ternyata di dalamnya ada benda mudah terbakar.

Alhasil, api membesar, dan berdampak kepada alat pendingin udara di lantai delapan hotel. Beruntung, api cepat dijinakkan dan tidak sempat menjilat lebih luas. Lebih beruntung lagi, bukan jamaah Indonesia pelakunya, dan bukan di hotel jamaah kita.

"Jadi sekali lagi, jamaah Indonesia aman. Bukan di hotel kita, tapi negara lain," tegas Nasrullah yang juga Kepala Subdirektorat Akomodasi Haji Direktorat Pelayanan Haji Luar Negeri Kemenag ini.

Saat ini lebih dari 170 ribu jemaah haji Indonesia berada di Mekah. Gelombang kedatangan via Jeddah terus berlanjut hingga Sabtu, 26 Agustus. Para jemaah menempati hotel dan pemondokan di sekitar Masjidil Haram. Terjauh berada pada jarak 4,4 kilometer dari Masjidil Haram.

Soal kebiasaan merokok jamaah haji Indonesia pernah menjadi sorotan Menteri Kesehatan Nila F Moeloek. Bu Menkes mengungkapkan, angka perokok di kalangan calon jamaah haji Indonesia sangat tinggi.

"Bayangkan, jamaah haji itu saya dampingi senam jantung. Dari 10 orang laki-laki, 8 di antaranya merokok," ungkap Nila di Balairung Universitas Indonesia (UI) Kampus Depok, Senin (31/7).

Nila menyebutkan, angka yang begitu fantastis saat dia mendampingi senam jantung para calon jamaah haji. Padahal, rokok menjadi pemicu berbagai penyakit salah satunya penyakit jantung koroner (PJK), hipertensi, hingga gagal ginjal.

Kebiasaan buruk merokok ini diprediksi akan bermasalah di Tanah Suci. Nila mengatakan, pemerintah Indonesia kerap mendapatkan teguran dari pihak Arab Saudi karena para jamaahnya gemar merokok. "Yang dimarahin pemerintah Indonesia. Kenapa enggak larang merokok? Lho wong sudah disuruh enggak mau dengar," geramnya. ***

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA