Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon mengatakan bahwa penipuan yang dilakukan terhadap para calon jemaah haji maupun umroh sesungguhnya bukan yang pertama. Dia bahkan menyebut travel yang melakukan hal seperti yang dilakukan oleh Direktur Utama First Travel Andika Surachman dan istrinya Anniesa Desvitasari Hasibuan itu sebenarnya sangat banyak.
"Travel semacam ini bahkan banyak. Ada yang sengaja atau mungkin tidak sengaja. Kalau sengaja ini bentuk kriminal. Kalau tidak sengaja atau tidak mampu mereka juga harus tangung jawab. Intinya bisnis travel umrah marketnya jelas," jelas Fadli Zon di gedung DPR, Senayan, Jakarta (Rabu, 10/8).
Untuk itu, menurut dia, pengawasan pemerintah atas usaha-usaha travel yang menyelenggarakan umrah harus dilakukan dengan baik.
"Jangan sampai enggak yang gagal umrah gara-gara mereka tidak mampu manage. Atau uang nasabah diselewengkan itu harus diatur," ujar Fadli memperingatkan.
Namun demikian, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini mengingatkan pemerintah untuk tidak gampang mencabut izin operasi perusahaan travel umrah.
"Kalau tidak salah yang terkena dampak 6000 ya? Itu angka besar. Mungkin enggak seleksi lagi kepada travel-travel yang pernah bermasalah, kena masalah itu diawasi ditandai. Bukan mematikan juga. Kecuali kalau memang mereka menipu atau mengambil uang jemaah diinvestisakin ke yang lain sehingga uang sudah terpakai. Itu tidak bertanggung jawab," pungkasnya.
[zul]
BERITA TERKAIT: