Pemerintah Hentikan Sementara MBG Selama Libur Sekolah

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/hani-fatunnisa-1'>HANI FATUNNISA</a>
LAPORAN: HANI FATUNNISA
  • Rabu, 17 Juni 2026, 09:32 WIB
Pemerintah Hentikan Sementara MBG Selama Libur Sekolah
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari. (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)
rmol news logo Pemerintah memanfaatkan masa libur sekolah untuk melakukan penataan dan evaluasi menyeluruh terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjadi tulang punggung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, menjelaskan bahwa kebijakan penghentian sementara MBG diambil seiring dengan berkurangnya aktivitas belajar mengajar di sekolah. 

Menurutnya, masa libur yang cukup panjang memberikan ruang bagi Badan Gizi Nasional (BGN) untuk melakukan pembenahan secara lebih optimal.

"Salah satu kebijakan yang sudah diambil oleh pimpinan BGN (Badan Gizi Nasional) adalah menghentikan atau menyetop dulu kegiatan dapur-dapur untuk menyuplai MBG selama masa libur. Dan karena masa liburnya cukup panjang jadi ada rentang waktu dan ruang yang cukup baik bagi BGN untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh," kata Qodari dalam keterangannya, Rabu, 17 Juni 2026.

Qodari mengatakan, evaluasi akan mencakup berbagai aspek penting, mulai dari kondisi fasilitas, proses pengolahan makanan, standar kesehatan dan kebersihan, hingga kualitas pangan yang disajikan kepada para penerima manfaat program MBG.

"Evaluasi yang sudah berjalan selama ini akan dilanjutkan dengan tingkat kedisiplinan yang lebih tinggi, misalnya mengenai kondisi fasilitas, kemudian proses masak, kesehatan, kebersihan, yang bisa meningkatkan kualitas pangan atau makanan yang akan ada tersedia di piring siswa dan para penerima manfaat dari MBG ini," ucapnya.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan sistem penilaian atau grading bagi SPPG. Nantinya, setiap satuan layanan akan dikelompokkan ke dalam beberapa kategori berdasarkan kualitas layanan yang diberikan. 

Hasil penilaian tersebut akan menjadi dasar dalam pemberian insentif sehingga SPPG dengan kinerja terbaik memperoleh dukungan lebih besar.

"Ke depan SPPG-nya sendiri akan mengalami grading atau evaluasi. Jadi akan ada kelas-kelas SPPG. Yang bagus itu A, yang sedang itu B, yang kurang bagus itu C. Kelas-kelas grading dari SPPG itu akan mempengaruhi insentifnya. Jadi angka insentifnya tidak akan sama," ungkapnya.rmol news logo article

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA