Berbahaya karena di atas menggunakan teknik muay thai, taekwondo atau karate, sementara di bawah menggunakan gulat atau brazilian jiu jitsu.
Analogi untuk menggambarkan betapa bahaya kebijakan tim ekonomi yang dipimpin Darmin Nasution dan Sri Mulyani ini digunakan pemerhati ekonomi politik Wisnu Agung Prasetya.
"Mirip kebijakan mematikan, gaya atas dengan menaikan harga yang ditentukan pemerintah
(administered prices), seperti listrik, LPG dan lain-lain. Gaya bawah, rencana pemerintah menurunkan Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) yang tadinya Rp 4,8 juta ke batas Upah Minimum Provinsi (UMP)," ujar Wisnu.
Dia menambahkan, dengan posisi fisik yang kelelahan ditandai dengan daya beli merosot, teknik itu sangat berbahaya.
"Pukulan, tendangan dan kuncian. Pendukung bersorak. Salam olah raga," ujar Wisnu seperti ditulisnya di halaman
Facebook. [dem]
BERITA TERKAIT: