Menurut dia, istilah halal bihalal pertama kali muncul dari percakapan antara kakeknya KH Abdul Wahab Chasbullah yang pada saat itu menjabat sebagai Rais Am Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dengan Presiden RI I, Soekarno.
"Jadi di pertengahan Ramadan tahun 1948, Pr‎esiden Soekarno gelisah karena kondisi Indonesia gaduh. Karena PKI dan lain sebagainya. Pemimpin nasional diundang tetapi mereka pun tidak memenuhi undangan Presiden pada waktu itu," jelasnya dalam Silahturahmi dan Pembinaan Aparatur Sipil Negara di Lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau bertajuk "Piagam Madinah dan Korelasi dengan Pancasila" di Pekanbaru, Riau, Sabtu (15/7).
Bung Karno pun, kata Romi, kemudian berkonsultasi dengan Kiai Abdul Wahab. Ketika itu Bung Karno kata dia bertanya bagaimanakah caranya membuat semua para pimpinan nasional itu berkumpul dengan menghadiri undangannya.
"Kiai Abdul Wahab lalu mengusulkan untuk adanya silaturahmi. "Silaturahmi Pak Karno. karena silaturahmi ajaran Islam dan bulan Ramadan sebentar lagi sambil kita bermaaf-maafaan," kata Romi menirukan usulan Sang Kakek ke Bung Karno.
Saat itu, lanjut Romi, Bung Karno tak setuju karena silaturahmi pada dasarnya merupakan kalimat yang sangat biasa dipakai oleh masyarakat kebanyakan.
"Lalu Kiai Wahab mengusulkan menganti silaturahmi dengan kata halal bihalal," imbuhnya.
Mendengar usulan Kiyai Wahab, Bung Karno kemudian meminta penjelasan. Kiyai Wahab bilang halal bihalal digunakan sebagai kata pengganti silaturahmi karena para pimpinan nasional ketika itu masing-masing keukeuh dengan pendirian mereka. Tidak ada satupun diantara mereka yang mengakui kesalahan.
"Salah itu haram benar itu halal. Sehingga menghalalkan apa-apa yang haram dengan satu kegiatan yang halal. Maka disebutlah acara itu halal bihalal. itu cerita tentang halal bihalal," ujarnya.
Untuk itu, Romi memastikan bahwa istilah halal bihalal hanya ada di Indonesia. Tidak ada satupun negara lain yang menggunakan istilah halal bihalal sebagai pengganti kata silaturahmi.
[sam]
BERITA TERKAIT: