Demikian disampaikan pengamat politik Ray Rangkuti saat berbincang dengan redaksi, Rabu (12/7).
"Reshuffle yang dilaksanakan, selain berbasis kinerja juga karena faktor politik," kata Ray.
Direktur Eksekutif Lingkar Madani (LIMA) ini pun memapaparkan berdasarkan basis politik yang ditakar dari kesetiaan dan sejalan dengan sikap politik Jokowi, keberadaan Partai Amanat Nasional (PAN) layak dievaluasi dan digantii.
"Saya melihat keberadaan PAN seperti tidak jelas berada di posisi mana," tegas Ray.
Dalam peristiwa 411 dan 212 kata Ray, terlihat bahwa PAN berada di seberang Presiden dan tidak ada sikap politik seperti berada di barisan koalisi presiden. Belum lagi sikap Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais imbuh Ray yang terus menerus mengungkapkan sikap politik tidak bersahabat dengan presiden.
"Tentu sulit memisahkan antara sikap politik Amien Rais dengan kepengurusan PAN yang sekarang. Menjelang dua tahun sebelum pilpres, Jokowi membutuhkan kawan yang benar-benar dapat menjadi rekan politiknya," tegas Ray.
Sementara jika berbasis kinerja, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno kata Ray juga perlu dilirik untuk diganti Presiden.
"Rini perlu dilirik untuk diganti. Tapi ada kemungkinan menteri-menteri yang berhubungan dengan JK juga akan ditarik. Makanya, reshuffle ini, rasanya, jika terjadi akan lebih banyak didasarkan pada faktor politik dari pada kinerja," demikian Ray.
[san]
BERITA TERKAIT: