Ia menilai perombakan kali ini lebih banyak berupa pertukaran posisi antarpejabat, baik di level menteri maupun kepala badan, dengan dalih akselerasi dan perbaikan kinerja.
“Ada sejumlah menteri yang diganti, kepala badan yang sebenarnya lebih bertukar posisi, yang katanya ini untuk akselerasi dan perbaikan kinerja di masa yang akan datang,” ujar Adi lewat kanal Youtube miliknya, Selasa, 28 April 2026.
Menurutnya, jika dibandingkan dengan pemerintahan sebelumnya, intensitas reshuffle pada pemerintahan saat ini tergolong cukup tinggi. Padahal, masa kerja kabinet baru berjalan sekitar satu setengah tahun sejak dilantik pada Oktober 2024.
“Baru setahun setengah ini sudah begitu banyak perombakan kabinet, berpindah dari satu posisi ke posisi lainnya. Ini mengindikasikan bahwa Presiden Prabowo memiliki catatan yang cukup kritis terhadap pergantian sejumlah menteri dan kepala badan,” jelasnya.
Adi menilai, langkah reshuffle tersebut menunjukkan adanya upaya pemerintah untuk mempercepat kinerja, meski di sisi lain juga mencerminkan evaluasi yang cukup ketat terhadap para pembantu presiden.
Dalam reshuffle tersebut, Muhammad Qodari dilantik sebagai Kepala Badan Komunikasi setelah sebelumnya menjabat Kepala Kantor Staf Presiden (KSP). Posisi Kepala KSP kini diisi oleh Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman.
Sementara itu, Abdul Kadir Karding dilantik sebagai Kepala Badan Karantina Nasional. Hasan Nasbi dipercaya sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Komunikasi, setelah sebelumnya menjabat Kepala PCO sebelum diberhentikan.
Di sektor lingkungan, Jumhur Hidayat ditunjuk sebagai Menteri Lingkungan Hidup (LH). Adapun pejabat sebelumnya, Hanif Faisol Nurofiq, digeser menjadi Wakil Menteri Koordinator (Wamenko) Bidang Pangan.
BERITA TERKAIT: