Kedatangan Said Aqil untuk bertemu dengan pimpinan KPK sekaligus memberikan dukungan moril untuk lembaga anti rasuah tersebut.
"NU (Nadhatul Ulama) sudah ada kesepakatan dengan KPK untuk mengadakan jihad melawan korupsi, sebenernya ini kewajiban kita semua. Walhasil kami memberikan dukungan moral pada KPK yang akhir-akhir ini dalam posisinya yang sedang terdesak, sedang banyak dikelitikin, banyak dianggap tidak perlu atau kurang berfungsi," ujar dia saat tiba di Gedung KPK, pukul 10.22 WIB.
Said Aqil mengungkapkan dukungan itu diberikan karena menurutnya rakyat Indonesia masih membutuhkan KPK. Pihak kepolisian, kejaksaan, dan pengadilan dirasa belum mampu untuk pemberantasan korupsi.
"Kami di belakang KPK karena rakyat masih membutuhkan. Karena bangsa dan negara masih belum mampu menegakan hukum dengan fungsi yang ada kepolisian, kejaksaan dan pengadilan. Makanya sampai sekarang KPK masih dibutuhkan. Nanti kalau udah
clear betul, nggak ada korupsi, baru KPK udah nggak dibutuhkan," imbuhnya.
Selain Said Aqil, anak Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid, Yenni Wahid juga turut hadir. Yenny menegaskan dirinya akan memberi dukungan kepada KPK dan tidak akan membiarkan lembaga tersebut dilemahkan berbagai pihak.
"Saya disini untuk memberikan dukungan kepada KPK. Kita tidak ingin adanya pelemahan terhadap KPK. Justru kita harus memastikan fungsi dan peran KPK harus diperkuat sehingga cita-cita kita bersama bangsa Indonesia ini untuk tidak ada korupsi di negara ini bisa tercapai," ujar Yenny.
Saat ditanya terkait bentuk dukungan, Yenny hanya menjawab dukungan berupa moral dan dukungan politis.
"Dukungan moral dukungan politis juga," pungkasnya.
[rus]
BERITA TERKAIT: