Namun begitu, Sumarno tetap berharap seluruh elemen penyelenggara dan aparat keamanan ikut serta mewujudkan Pilkada DKI yang demokratis, jujur, adil, dan damai.
"Itu harga mati. Tidak boleh beda pilihan politik, beda jaket, beda simbol jari yang diacungkan terpecah sebagai warga DKI Jakarta," pesan Sumarno dalam acara Silaturahmi dan Dekalrasi Damai Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta 2017, di kawasan Monas, Senin (17/4).
Pernyataan Sumarno itu berlandaskan pada tema Pilkada Damai 2017 tang diusung, yaitu "Sebagai Wujud Tekad Bersama dalam Menjaga Persatuan dan Kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia."
Selain itu, Sumarno mengimbau masyarakat agar tetap berpartisipasi memberikan hak suaranya tanpa terpengaruh intimidasi pihak lain. Mengingat, pilihan warga akan sangat menentukan nasib Jakarta untuk lima tahun ke depan.
"Rakyat (harus) bebas dalam memilih tanpa terintimidasi. Menentukan (pemimpin) Jakarta lima tahun mendatang," terang Sumarno.
Dalam deklarasi pilkada damai itu hadir sejumlah pejabat terkait dari unsur TNI, Polri dan SKPD Pemprov DKI Jakarta. Termasuk, perwakilan dua paslon yang bertarung di Pilkada DKI, calon petahana Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan lawannya, Cawagub DKI Sandiaga Uno.
[ian]
BERITA TERKAIT: