"Saya mengajak saudara-saudari sekalian untuk mengimplementasikan ilmu masing-masing di desa-desa," ujar dia di hadapan wisudawan angkatan ke-99 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Minggu (21/2).
Menteri Desa pertama dalam sejarah bangsa Indonesia ini meminta para sarjana muda jangan menjadikan kota sebagai kiblat untuk berkarya dan aktualisasi diri. Sebab Pemerintahan Jokowi-JK telah menjadikan desa sebagai sumbu utama pembangunan nasional.
"Jangan terpana dengan kota saja, ini (membangun desa) tanggung jawab moral perguruan tinggi dan tentunya para alumninya juga," tegasnya.
Dijelaskan Marwan, Indonesia yang sangat besar ini memiliki 74.754 desa, 122 daerah tertinggal, dan 144 kawasan transmigrasi yang menjadi tanggung jawab besar bangsa untuk dibangun.
"Dengan ilmu yang telah dipelajari dan pemikiran yang masih segar, peran sarjana muda tentu sangat penting bagi pembangunan desa," katanya.
"Kalau bisa dikerek itu ekonomi pedesaan, kan ilmunya sudah ada sudah pernah KKN, baksos dan lainnya. Saat kuliah kita sudah terbiasa mengelola masyrakat. Sekarang ayo kita praktikkan dengan membangun desa," sambung dia.
Dalam kesempatan itu Menteri Marwan membuat nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan kampus UIN. MoU ditandatangani Rektor UIN Jakarta Prof. DR. H. Dede Rosada, M.A bersama Menteri Marwan Jafar.
"MoU ini nantinya selain untuk melaksanakan percepatan pembangunan perdesaan juga menampung sarjana muda untuk pulang ke desa membangun perekonomian lokal," kata Dede Rosada.
[dem]
BERITA TERKAIT: