Survei: Ahok Kuat Tapi Belum Aman

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ade-mulyana-1'>ADE MULYANA</a>
LAPORAN: ADE MULYANA
  • Minggu, 21 Februari 2016, 19:20 WIB
Survei: Ahok Kuat Tapi Belum Aman
hendri satrio/net
rmol news logo Peluang Basuki "Ahok" Tjahja Purnama untuk kembali terpilih menjadi gubernur DKI belum sepenuhnya aman.

Sigi Lembaga Survei KedaiKOPI (Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia) menunjukkan Ahok memang memiliki tingkat popularitas dan elektabilitas tertinggi. Tetapi, pemilih ibukota lebih menginginkan gubernur yang lebih muda dari Ahok yang lahir tahun 1966 lalu.
 
"Tingkat popularitas Ahok 98,5% dan elektabilitasnya 43,5%. Tetapi masyarakat Jakarta ternyata lebih menyukai gubernur yang datang dari kaum muda, di bawah usia 45 tahun, 50,8%," kata Jurubicara Lembaga Survei KedaiKOPI, Hendri Satrio kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (21/2).

Sigi melibatkan 400 responden yang tersebar secara proporsional di ‎40 kelurahan di 5 Kota DKI Jakarta. Pemilihan sample dilakukan acak dengan metode sample acak bertingkat dengan memperhatikan proporsi antara jumlah sample dengan jumlah pemilih setiap kota. Tingkat kepercayaan survei 95% dengan margin of error +/- 4,9%.

Dalam survei yang dilaksanakan 11-15 Pebruari 2016 ini, kata Hendri, terpotret beberapa nama calon gubernur kaum muda yang mendapatkan tingkat popularitas dan elektabilitas cukup tinggi. Sandiaga Uno (Gerindra), Muhammad Idrus (PKS) dan Desi Ratnasari (PAN) adalah nama tokoh muda yang dianggap responden mumpuni menjadi penantang Ahok.

Selain faktor usia, masih kata Hendri, Ahok belum ‎aman karena tingkat elektabilitas dirinya akan turun bila calon kuat lainnya mendeklarasikan diri secara resmi menjadi Gubernur. Contohnya bila Ridwan Kamil mendeklarasikan diri secara resmi sebagai Cagub Jakarta maka elektabilitas Ahok akan turun sebesar 7,5% menjadi 36%.

"Dan justru, elektabilitas Emil akan naik 4,8%, dari 16% menjadi 20,8%," tukasnya.[dem]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA