"Sebelumnya kita telah bekerjasama dengan 43 Perguruan Tinggi. Beberapa di antaranya telah berjalan dengan baik, selebihnya akan terus kita dorong agar kerjasama menjadi lebih efektif," kata Menteri Desa Marwan Jafar pada Focus Group Discussion (FGD) bersama Perguruan Tinggi Indonesia di Jakarta, Rabu (27/1).
Dalam diskusi Menteri Marwan meminta peran aktif perguruan tinggi untuk memberikan rekomendasi, kritikan dan pikiran cerdas terkait pelaksanaan program-program desa. Lebih detil Menteri Marwan meminta perguruan tinggi untuk turut mengawasi proses pelaksanaan dana desa.
"Kementerian tentu butuh pikiran cerdas dan kritis dari perguruan tinggi. Barangkali yang kita lakukan kurang relevan, kurang efektif, atau kurang sinkron dengan kondisi sekarang. Karena sebagai akademisi, perguruan tinggi tentu akan lebih objektif dalam menilai," ujarnya.
FGD yang dilakukan Kementerian Desa sengaja dilakukan awal tahun untuk dapat membangun sinergitas program kementerian di tahun 2016. Menurut Anwar Sanusi, Sekretaris Kementerian Desa, PDTT, Sinergitas program tersebut tidak hanya berkaitan dengan program desa, namun program daerah tertinggal dan transmigrasi.
"Semoga ini media bagi kita untuk dapat menjalin komunikasi dengan baik. Kita sangat menginginkan munculnya gagasan dan ide, untuk membangun tugas yang telah diembankan kepada Kementerian ini," ujarnya.
[dem]
BERITA TERKAIT: