Kepala Kantor SAR Jakarta, Desiana Kartika Bahari, menjelaskan bahwa proses evakuasi menunjukkan perkembangan signifikan sejak dini hari.
Pada Selasa, 28 April 2026 pukul 02.42 WIB, tim SAR berhasil mengevakuasi satu korban dalam kondisi meninggal dunia yang belum teridentifikasi, kemudian dibawa ke rumah sakit.
"Selanjutnya, pada pukul 04.17 WIB, satu korban selamat bernama Nurul (26) berhasil dievakuasi dan dirujuk ke RSUD Kota Bekasi," terang Desiana.
Proses evakuasi terus berlanjut. Pada pukul 05.49 WIB, tim berhasil menyelamatkan korban bernama Ata (30). Sepuluh menit kemudian, pukul 05.59 WIB, satu korban kembali ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan langsung dievakuasi ke rumah sakit.
Tidak lama berselang, pada pukul 06.25 WIB, tim gabungan berhasil menyelamatkan Mia (26). Kemudian pada pukul 06.55 WIB, korban selamat Siti Fatonah (47) berhasil dikeluarkan dari rangkaian kereta.
Memasuki pukul 07.25 WIB, satu korban selamat lainnya, Endang Kuswati (40), juga berhasil dievakuasi dan segera mendapatkan penanganan medis.
Berdasarkan data sementara hingga pukul 07.30 WIB, jumlah korban tercatat sebanyak 92 orang. Rinciannya, 85 orang selamat?"sebagian masih menjalani perawatan di rumah sakit dan sebagian lainnya telah diperbolehkan pulang karena mengalami luka ringan?"sementara tujuh orang dinyatakan meninggal dunia.
Seluruh korban dievakuasi ke sejumlah rumah sakit di wilayah Bekasi dan sekitarnya, antara lain RS Bela Bekasi, RS Bhakti Kartini, RS Hermina Bekasi, RS Mitra Keluarga Bekasi Barat, RS Mitra Keluarga Bekasi Timur, RS Mitra Plumbon, RS Primaya Bekasi, RS Siloam Bekasi Timur, RS Siloam Cikarang, serta RS Polri Kramat Jati.
Desiana menegaskan, memasuki hari kedua, Basarnas bersama tim SAR gabungan terus mengoptimalkan proses evakuasi. Upaya dilakukan secara hati-hati dengan menggunakan peralatan ekstrikasi, mengingat kondisi rangkaian kereta yang mengalami kerusakan cukup parah.
“Prioritas kami adalah menemukan dan mengevakuasi seluruh korban secepat mungkin,” ujarnya.
BERITA TERKAIT: