Mulyadi harus bersaing ketat dengan 10 kandidat lainnya dalam pemilihan yang berlangsung dua putaran itu. Pada putaran pertama, kandidat asal Jawa Tengah, Aristianto Zamzani memutuskan bergabung dengan Mulyadi.
"Saya meminta kepada cabang-cabang pendukung saya, untuk memilih dan mendukung Mulyadi P Tamsir sebagai ketua umum PB HMI baik pada putaran pertama maupun kedua," tegas Zamzami pada saat penyampaian visi dan misi kandidat, sesaat sebelum putaran pertama pemilihan dimulai.
Alhasil, Mulyadi sukses meraup dukungan 36 cabang. Masuk putaran kedua, amunisi Mulyadi kian bertambah dengan ikut bergabungnya beberapa kandidat lain yakni Bambang P Kusuma, Fikri Suadu, Arianto Tinendung, Ricky Valentino, dan Hery Mauliza. Mereka pun membentuk poros koalisi dengan total dukungan 101 cabang.
Tak mau kalah, Azhar Kahfi dengan poros koalisinya yang terdiri dari Chaerul Basyar (17 cabang), Ahmad Tantawi (13 cabang), Faizal Muhlis (13 cabang) dan Faturrahman (5 cabang) sudah bersiap di putaran kedua.
Pemilihan pun berlangsung sengit hingga akhirnya Mulyadi dinyatakan unggul dengan perolehan 224 suara. Kahfi sendiri mengantongi 181 suara.
Adapun mide formateur ke-1 diperoleh Bambang P Kusuma. Sebagai peraih suara terbanyak kedua di poros internal, Mulyadi dan mide formateur ke- 2 ditempati Fikri Suadu sebagai peraih suara terbanyak ke tiga di dalam poros internal mereka.
[wid]
BERITA TERKAIT: