"Dampak penutupan Selat Hormouz, harga BBM di AS naik 200 persen. Warga AS mengumpat Donald Trump, bukan karena membantai rakyat Iran, tapi karena perang menyusahkan rakyat Amerika," kata Sastrawan Politik Ahmad Khozinudin, dikutip Senin 6 April 2026.
Andaikan, misi Trump di Iran sukses seperti di Venezuela, sukses merampok minyak Iran untuk Amerika seperti AS memindahkan minyak Venezuela untuk AS, pastilah rakyat Amerika bersorak sorai.
"Karena negara kampium demokrasi ini, hanya bicara dan protes saat kezaliman itu menimpa mereka," kata Khozinudin
Rakyat AS tidak pernah protes atas kezaliman Amerika atas dunia Islam (Irak, Afghanistan, Suriah, Palestina, Sudan, dan lain-lain).
"Rakyat AS membiarkan pemerintahannya terus menjajah untuk membiayai APBN, baik dengan pendekatan
soft power maupun
hard power," kata Khozinudin.
Gaya kepemimpinan Partai Demokrat menggunakan penjajahan model
soft power. Partai Republik, gaya
hard power ala koboi, seperti yang dipraktikan oleh Donald Trump.
"Amerika adalah negara dengan ideologi kapitalisme yang menindas, dan demokrasi Amerika tegak di atas penindasan," kata Khozinudin.
Jadi, lanjut Khozinudin, hari ini Iran menang bukan hanya karena Iran tangguh. Tetapi karena kebodohan Donald Trump. Atau tepatnya, karena kegilaan Donald Trump.
BERITA TERKAIT: