Berkaca Kasus DYL, Perlu Ada Pembenahan dalam Rekrutmen Kader

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Rabu, 21 Oktober 2015, 11:23 WIB
Berkaca Kasus DYL, Perlu Ada Pembenahan dalam Rekrutmen Kader
andar nubowo/net
rmol news logo Citra Partai Nasdem dan Hanura yang digadang-gadang sebagai partai terbersih sirna, seiring penetapan status tersangka korupsi terhadap mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Nasdem Patrice Rio Capella dan penangkapan operasi tangkap tangan (OTT) KPK terhadap anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Hanura Dewi Yasin Limpo.

Artinya, tidak ada lagi partai yang bisa mengklaim paling suci di Indonesia saat ini. Semua partai memiliki penyakit yang sama, yaitu korupsi.

"Ini bukti tidak ada parpol yang suci dari korupsi. Publik kecewa berat lantaran Hanura dan Nasdem yang dicitrakan bersih ternyata tidak beda dengan partai lain (sama-sama korupsi)," kata Direktur Eksekutif Indo Strategi Andar Nubowo saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu, Rabu (21/10).

Lebih lanjut, Andar menilai bahwa praktik korupsi masih menjangkit parpol lantaran ada kesalahan dalam hal rekrutmen kader.

"Rekrutmen parpol perlu dibenahi. Rekrutmen kader harus berbasis kompetensi dan melalui jenjang pengkaderan, bukan hanya mendasarkan pada popularitas dan uang. Jangan yang punya uang dan bisa mendukung partai langsung dimajukan," sambung pengajar FISIP UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu.

Andar juga meminta agar partai politik memiliki basis ideologi dan program-program yang jelas. Sehingga selain memiliki faktor pembeda di antara partai-partai yang lain, juga bisa menjadi acuan bagi kader untuk fokus bekerja, menjalankan ideologi, dan menjauhi korupsi.

"Parpol yang ada saat ini tidak punya basis ideologi yang jelas, sehingga tidak ada program yang membedakan. Jadi harus punya Ideologi yang kuat dan program yang jelas demi menghindarkan kader dari korupsi," tandas lulusan magister politik Ecole des Hautes Etudes en Sciences Sociates (EHESS) Paris, Perancis itu. [ian]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA