Pertemuan antara delegasi Indonesia dan Malaysia juga telah dilakukan untuk menindaklanjuti hal tersebut.
Delegasi Indonesia diwakili oleh Menko Maritim dan Sumber Daya, Rizal Ramli dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Sofyan Djalil. Sementara Malaysia diwakili Menteri Industri, Perladangan, dan Komoditas, Datuk Amar Douglas Uggah.
Disebutkan Menteri Rizal bahwa dalam pertemuan yang digelar di Hotel Fairmont, Senayan, Jakarta itu telah menyepakati empat poin.
"Pertama, pembentukan badan kerjasama sawit dalam (CPO PC) untuk penentuan harga CPO, promosi keunggulan sawit dan turunannya. Badan ini akan dibentuk pada akhir Oktober nanti," ujarnya dalam jumpa pers usai pertemuan tersebut..
Indonesia dan Malaysia juga sepakat menyatukan standar perkebunan sawit melalui Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) dan Malaysian Sustainable Palm Oil (MSPO).
"Ketiga, meningkatkan kerjasama promosi praktik industri sawit berkelanjutan," lanjutnya.
Sementara terakhir, Indonesia dan Malaysia akan meningkatkan riset dan pengembangan pada industri sawit. Tujuannya, untuk membuka potensi nilai tambah.
Kesepakatan ini nantinya akan ditandai dengan pertemuan antara kepala negara.
"Kita harap organisasi resmi ini dibentuk saat ada pertemuan PM Malaysia dan Presiden Jokowi. Kita belum bisa umumkan waktu tepatnya," jelasnya.
[ian]
BERITA TERKAIT: