Seorang suporter sepak bola asal Meksiko menuai kecaman luas setelah terekam melakukan gestur rasis terhadap Ino Cat, seorang YouTuber asal Korea Selatan yang memiliki 6,6 juta pelanggan.
Kejadian ini bermula saat Ino Cat tengah merekam video swafoto di tribun penonton.
Dalam unggahannya, ia menyertakan keterangan, "Katakan padaku apakah saya terlalu sensitif," serta membagikan pengalamannya saat menghadapi rasisme di Piala Dunia.
Dalam rekaman tersebut, tampak jelas seorang pria di belakangnya menatap lurus ke arah kamera sambil menarik kedua ujung matanya menggunakan jari telunjuk—sebuah gestur yang secara luas diakui sebagai hinaan terhadap masyarakat keturunan Asia.
Pria tersebut belakangan diidentifikasi bernama Ulises Fernando Bernal Miramontes.
Menyusul eskalasi kontroversi tersebut, Bernal merilis video permohonan maaf pada akhir pekan lalu.
"Saya tidak mencari pembenaran atau berdebat soal interpretasi. Saya di sini untuk mengakui bahwa situasi ini menimbulkan ketidaknyamanan, dan saya menyampaikan permohonan maaf yang tulus," ungkap Bernal dalam videonya.
Terkait statusnya, asosiasi teknik sipil di Jalisco (Colegio de Ingenieros Civiles del Estado de Jalisco) langsung mengklarifikasi bahwa Bernal tidak memiliki afiliasi apa pun dengan organisasi mereka.
Meskipun pelaku telah menunjukkan iktikad baik dengan meminta maaf secara terbuka tanpa alasan, masyarakat Korea Selatan tetap memandang insiden rasisme di ajang olahraga internasional ini sebagai sebuah persoalan serius.
Profesor Seo Kyoung-duk dari Sungshin Women's University turut angkat bicara dengan mendesak pihak FIFA agar segera mengambil langkah pencegahan.
Ia menegaskan bahwa pergelaran sekelas Piala Dunia seharusnya menjadi ajang pemersatu komunitas global dari berbagai ras dan kebangsaan.
Oleh karena itu, FIFA wajib menjadikan insiden memalukan ini sebagai pelajaran berharga guna memastikan kejadian serupa tidak pernah terulang kembali di masa depan.
BERITA TERKAIT: