Pria yang akrab disapa Gus Ipul itu mengajak para siswa Sekolah Rakyat untuk memperkuat hubungan dengan Allah sebagai bekal membangun hubungan yang harmonis dengan sesama manusia.
Dalam arahannya, Gus Ipul mengulas kandungan Surat Ali Imran ayat 190-191 yang membahas tentang ulil albab atau orang-orang yang berakal. Ia menegaskan bahwa ciri utama orang yang berakal adalah selalu mengingat Allah dalam setiap keadaan.
"Orang yang berakal menurut Allah itu orang yang mengingat Allah dahulu. Sebab, orang yang selalu mengingat Allah, di mana pun dan dalam keadaan apa pun, akan selamat," kata Gus Ipul, dikutip dari keterangan tertulisnya, Senin 15 Juni 2026.
Ia menjelaskan bahwa mengingat Allah harus dilakukan dalam setiap kondisi, baik saat senang maupun susah. Sikap tersebut, menurutnya, akan melahirkan rasa syukur atas segala nikmat yang diberikan Tuhan.
"Waktu berdiri, waktu duduk maupun waktu rebahan ingat Allah. Sebab, orang yang selalu mengingat Allah akan dipenuhi rasa syukur," ujarnya.
Gus Ipul juga mengingatkan bahwa rasa syukur akan mendatangkan tambahan nikmat sebagaimana diajarkan dalam Al-Qur'an. Sebaliknya, mengingkari nikmat dapat membawa konsekuensi buruk bagi kehidupan manusia.
"Kalau kita mensyukuri itu, maka Allah janjikan akan ditambah. Namun, kalau justru sebaliknya, mengingkari, maka sesungguhnya azab Allah akan datang," katanya.
Menurut Gus Ipul, setelah mengingat Allah, manusia kemudian menggunakan akal pikirannya untuk merenung dan mengambil pelajaran dari setiap peristiwa. Karena itu, salat Jumat bukan sekadar ibadah rutin, tetapi juga momentum untuk memperkuat kesadaran spiritual.
"Salat Jumat ini adalah bagian dari motivasi dan dorongan dari Allah kepada kita supaya benar-benar memahami bahwa mengingat Allah adalah hal yang paling utama," ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Gus Ipul juga memberikan motivasi kepada para siswa Sekolah Rakyat. Ia menyebut para siswa sebagai anak-anak yang beruntung karena mendapatkan kesempatan belajar melalui program strategis Presiden Prabowo Subianto.
"Nah anak-anakku sekalian, hari-hari ini kalian adalah orang-orang yang beruntung. Melalui program strategis Bapak Presiden, kalian mendapatkan kesempatan memperoleh pembelajaran dalam lingkungan yang berkualitas. Ini adalah kesempatan emas yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya," katanya.
Gus Ipul menilai hampir satu tahun proses pembelajaran di Sekolah Rakyat menjadi momentum penting bagi para siswa untuk melakukan introspeksi dan evaluasi diri.
"Kita harus introspeksi, bermuhasabah, merenungkan perjalanan selama satu tahun. Apa yang kita syukuri, apa yang kita dustakan, kebaikan apa yang sudah kita lakukan, dan keburukan apa yang belum bisa kita hindari," ujarnya.
Ia juga berpesan agar para siswa senantiasa menjaga hubungan baik dengan Allah sebagai bekal untuk membangun hubungan yang baik dengan sesama manusia.
"Perbaiki hubunganmu dengan Allah, maka Allah akan memperbaiki hubunganmu dengan sesama manusia," kata Gus Ipul.
Menutup arahannya, Gus Ipul menyampaikan doa dan harapan bagi para siswa serta guru Sekolah Rakyat agar terus semangat dalam belajar dan mengabdi.
"Selamat belajar para siswa, selamat mengabdi para guru. Mudah-mudahan Allah memberikan imbalan yang terbaik," pungkasnya.
BERITA TERKAIT: