Menurutnya, insiden ini telah menganggu suasana nyaman dan kerukunan umat antar beragama di Papua dan seluruh wilayah Indonesia. Namun begitu, ia menilai ada fenomena aneh yang muncul memanfaatkan tragedi ini, yaitu banyak pihak yang memancing di air keruh.
"Tuntutan-tuntutan pasca kerusuhan tersebut harus diwaspadai serius oleh pemerintah. Itulah indikasi-indikasi bagaimana kasus ini direncanakan akan dimainkan oleh pihak-pihak tertentu untuk kepentingannya sendiri," ujarnya, usai menghadiri acara konferensi pers Komite Umat untuk Tolikara, di Resto Pulau Dua, Senayan, Jakarta, Kamis (23/7).
Dalam kesempatan tersebut Hidayat mendesak agar pelaku-pelaku kerusuhan segera diproses secara hukum dan dihadapkan di muka pengadilan.
Hanya dengan cara itu, lanjutnya, Indonesia menunjukkan kepada dunia dan pihak-pihak asing yang akan menfaatkan situasi secara negatif bahwa Indonesia masih solid, berwibawa, dan tidak bisa dijadikan ladang radikalisme.
"Masyarakat Papua sebenarnya masyarakat yang sangat toleran. Terbiasa akan keberagaman. Kenapa hal itu bisa terjadi, bangsa ini harus waspada. Bukan tidak mungkin ini adalah sebuah test case dan akan dilakukan lagi dan dicoba lagi di daerah lain. Kita semua mulai dari pemerintah dan seluruh rakyat harus tingkatkan persatuan dan semangat toleransi," tandas politisi PKS itu.
[ian]
BERITA TERKAIT: