Sikap tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Luar Negeri Belanda, Tom Berendsen, saat melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Maroko, Nasser Bourita di Rabat, Selasa, 7 April 2026.
"Belanda menganggap bahwa otonomi sejati di bawah kedaulatan Maroko adalah solusi paling layak untuk sengketa atas Sahara," ungkap Menlu Berendsen.
Selain itu, dia juga menegaskan bahwa negaranya tetap berpegang pada Resolusi Dewan Keamanan PBB 2797 serta upaya yang dipimpin utusan pribadi Sekjen PBB, Staffan de Mistura, untuk mendorong proses negosiasi.
Lebih jauh, Belanda juga menyatakan komitmennya untuk menindaklanjuti posisi tersebut secara konkret.
"Belanda akan bertindak sesuai dengan posisinya, termasuk pada tingkat diplomatik dan ekonomi, sesuai dengan hukum internasional," pungkasnya.
BERITA TERKAIT: