Marzuki mengaku tidak dikabari kenapa 'ditinggal' PD begitu saja. "Karena dulu diajak, seharusnya dikasih tahu untuk tidak diajak lagi agar semua baik-baik saja," sebut mantan Ketua DPR yang juga pernah menjabat sekjen DPP PD itu.
Dengan tidak masuk dalam struktur apapun di bawah komando SBY saat ini, itu artinya Marzuki tidak diberi ruang lagi untuk mengabdi kepada partai. "Jadi bukan saya yang tidak ingin berbuat lagi bagi PD, tetapi, SBY-lah yang menentukan (saya) tidak perlu lagi ada dalam PD," ungkapnya.
"Jangan mengeluh pak. Semangat...!" kata Gede Pasek Suardika menanggapi 'keluhan' Marzuki Alie tersebut lewat akun twitternya
@G_paseksuardika.
Pasek juga menyindir langkah Marzuki yang mendukung SBY pada Kongres Demokrat di Surabaya Mei 2015 lalu.
"Dukungan
injury time saat kongres ternyata tidak berarti ya Pak," ungkap Pasek yang saat ini menjabat anggota DPD RI asal Bali.
Selain SBY, Pasek dan Marzuki adalah dua bakal calon ketum pada Kongres PD 2015. Sayangnya, Pasek dan Marzuki tidak jadi maju. Pasek beralasan, percuma mengikuti bursa calon ketum kalau tatib kongres menutup celah kompetisi terbuka untuk pemilihan. Sementara, Marzuki mundur dari bursa pencalonan di
injury time dengan alasan untuk mengantisipasi isu adanya pembelokan dukungan pada kader lain yang tidak sesuai dengan aspirasi kader. Marzuki pun meminta para pendukungnya untuk mendukung SBY.
Dan setelah helatan kongres, pada 1 Juli 2015, Gede Pasek yang dikenal sebagai loyalis mantan Ketua Umum PD Anas Urbaningrum memutuskan untuk mengundurkan diri dari keanggotaan Partai Demokrat.
[rus]
BERITA TERKAIT: