Ketua DPP Partai Hanura, Miryam S. Haryani, menilai kebijakan itu diambil presiden di tengah opini masyarakat yang masih mengesampingkan perempuan. Keputusan presiden ini seakan ingin menegaskan bahwa perempuan juga mampu mengisi ruang-ruang sentral di republik.
"Saya kira, di tengah masih seringnya perempuan dinomorduakan di Indonesia, menjadi bukti bahwa srikandi di Indonesia semakin maju. Bahkan atas pilihan presiden ini, hampir semua pihak menanggapi positif," ujar Miryam dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi (Jumat, 22/5).
Pilihan Jokowi, lanjutnya, juga membuktikan bahwa kredibilitas serta kapasitas sembilan orang Pansel Pimpinan KPK mumpuni untuk melaksanakan tugas yang diamanatkan.
"Ini sebuah kepercayaan sekaligus tantangan yang secara khusus diberikan kepada kaum perempuan Indonesia untuk mencari orang-orang yang dianggap layak dan pantas untuk menduduki posisi strategis sebagai pimpinan KPK," sambung bendahara Fraksi Hanura di DPR RI ini.
Anggota Komisi V DPR ini kemudian berharap, Pansel Pimpinan KPK menghasilkan pimpinan lembaga anti korupsi yang tegas, kredibel dan berkualitas.
"Kepercayaan ini hanya perlu dibuktikan dengan hasil kerja yang baik dan menghasilkan calon pimpinan KPK yang benar-benar layak untuk menempati posisi itu," ujar Miryam.
[ald]
BERITA TERKAIT: