Begitu kata mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum dalam kicauan di akun jejaring sosial Twitter
@anasurbaningrum tentang teror. Dalam kultwit malam ini, Anas menggunakan tanda pagar
#terorwayang dan mengakhiri kicauan dengan tanda
*abah, pertanda twit merupakan kicauan langsung Anas.
"Belakangan ini populer istilah teror. Ada yang mengaku mendapatkan teror. Bahkan mengancam nyawa," cuitnya.
Di satu sisi, Anas tidak menampik bahwa ada sejumlah orang yang akan menganggap bahwa isu teror dilempar ke publik untuk mendapatkan simpati masyarakat.
"Ada pula yang menganggap isu teror hanya "teknologi citra" untuk mendapatkan simpati. Hanya drama," sambung pendiri ormas Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) itu.
Dalam menanggapi isu teror tersebut, lanjut Anas, tentu ada sejumlah pihak yang mendesak presiden untuk segera turun tangan, sebagai bentuk kepedulian terhadap nasib dan nyawa yangg diteror. Menurutnya, setiap orang bebas mengartikan makna teror.
"Silahkan dinilai siapa yang layak diteror dan meneror. Siapa yang biasa meneror dan diteror. Bebas menilai," tandasnya.
Sebelumnya, sejumlah pegawai dan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengalami teror dari oknum tak dikenal. Diduga teror ini berhubungan dengan kisruh yang menimpa lembaga anti rasuah tersebut dengan Polri.
[ian]
BERITA TERKAIT: