Dudung mengaku menerima panggilan itu secara mendadak dari ajudan Presiden pada malam sebelumnya.
"Semalam ditelepon oleh ajudan bahwa Bapak menghadap Bapak Presiden jam 3 sore ini,” ujarnya kepada wartawan di kawasan Istana.
Saat disinggung mengenai agenda pertemuan, Dudung mengaku belum mengetahui secara pasti materi yang akan dibahas. Namun, sebagai penasihat, ia memperkirakan Presiden akan meminta pandangan strategis darinya.
“Saya kan Penasihat Presiden tentunya mungkin ada hal-hal yang beliau minta saran masukan. Biasanya beliau kan suka minta saran masukan dari kita sebagai penasihat,” jelasnya.
Lebih jauh, Dudung memberi sinyal bahwa pembahasan tidak hanya menyentuh isu dalam negeri, tetapi juga dinamika global yang tengah berkembang.
“Nasional dan internasional,” ujarnya.
Terkait isu sensitif seperti wacana blanket overflight serta potensi keterlibatan Indonesia dalam pusaran konflik global, Dudung memilih menahan komentar dan menyerahkan penjelasan lebih lanjut kepada Presiden.
“Ya beliau (Presiden) saya rasa lebih paham tentang itu, nanti saya akan berbicara sama beliau tentang itu,” tuturnya.
BERITA TERKAIT: