Komisi V: Masih Banyak Kekurangan pada Peralatan Basarnas

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Senin, 05 Januari 2015, 14:03 WIB
Komisi V: Masih Banyak Kekurangan pada Peralatan Basarnas
rmol news logo Meskipun kinerja Badan SAR Nasional (Basarnas) patut mendapat diapreasiasi dalam menyelematkan korban musibah, terutama dalam kasus kecelakaan AirAsia QZ8501, namun masih ada beberapa kekurangan yang dimilikinya terutama dalam hal kelengkapan alat.

Begitu dikatakan Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Yudi Widiana Adia, saat ditemui di gedung DPR, Senayan, Jakarta (Senin, 5/1).

"Bukan berarti (Basarnas) tidak ada kelemahan, alat-alat mereka pas-pasan. Kalau tidak didukung negara lain, tidak mungkin seperti ini," ujar politisi Partai Keadilan Sejahtera ini.

Dicontohkan Yudi, alat pendeteksi benda bawah laut Basarnas dikabarkan tidak bisa beroperasi maksimal. Dari tiga alat deteksi yang dimiliki, dua rusak dan satu hanya berkemampuan mendeteksi sampai kedalaman 50 meter.

"Kalah jauh dengan alat milik Rusia yang bisa mendeteksi sampai 500 meter," kata dia.

Selain itu, Yudi juga menyoroti keterbatasan personel yang dimiliki oleh Basarnas. Beruntung, kekurangan itu bisa ditutupi dengan dukungan dari lembaga negara lain.

"Personel juga terbatas, tapi terbantu dengan dukungan yang baik sehingga SDM jadi banyak," tandas Yudi. [ald]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA