Pimpinan DPR Kecam Tindakan Represif Polisi di Riau

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Jumat, 28 November 2014, 17:28 WIB
Pimpinan DPR Kecam Tindakan Represif Polisi di Riau
foto:net
rmol news logo Tindakan represif anggota polisi yang merusak fasilitas mushola as Syakirin RRI Kota Pekanbaru, Riau, saat menangani unjukrasa mahasiswa menuai kecaman dari pimpinan DPR.

"Suatu tindakan yang betul-betul memancing, kalau dulu ingat ada kasus di Tanjung Priok, persis. Itu sangat memancing (ketersinggungan), polisi yang melakukan itu harus ditindak," ungkap Wakil Ketua DPR, Fadli Zon, di gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Jumat (28/11).

Menurut Fadli, seharusnya aparat sudah mengerti tentang hal-hal yang boleh dan tidak untuk dilakukan dalam menangani demonstrasi. Dengan kata lain, penanganan harus dijalankan sesuai protap yang berlaku.

"Masuk ke dalam masjid masih pakai sepatu, jadi ketersinggungan dan meluas, ngertilah standar (operasi), masak enggak belajar, bukan hanya Islam saja, tapi semua," kesal Wakil Ketua Umum Gerindra itu.

Pada Rabu (25/11) kemarin, sejumlah mahasiswa yang ketakutan karena dikejar anggota polisi masuk ke dalam mushala untuk berlindung. Hanya saja, mereka tetap diburu sampai di dalam tempat ibadah tersebut.

Kecaman atas penanganan represif polisi itu mengalir deras. Pasalnya, polisi tidak hanya mengotori mushola karena masih menggunakan sepatu saat masuk mushola. Tapi juga merusak sejumlah fasilitas mushola seperti kitab suci al Quran.[wid]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA