Reshuffle saat Ini Bukan Semata Ganti Menteri

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widodo-bogiarto-1'>WIDODO BOGIARTO</a>
LAPORAN: WIDODO BOGIARTO
  • Kamis, 23 April 2026, 06:40 WIB
Reshuffle saat Ini Bukan Semata Ganti Menteri
Presiden Prabowo Subianto didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka bersama jajaran Kabinet Merah Putih. (Foto: IG Resmi Presiden Prabowo)
rmol news logo Dalam perspektif intelijen, tekanan ekonomi bisa cepat berubah menjadi instabilitas sosial dan politik. 

"Karena itu, menjaga soliditas keamanan nasional menjadi sangat penting,” kata pengamat intelijen dan geopolitik Amir Hamzah, dikutip Kamis 23 April 2026.

Menurut Amir, ancaman terbesar bagi pemerintahan bukan hanya datang dari luar negeri, tetapi juga dari dalam negeri ketika tekanan ekonomi mulai dirasakan masyarakat luas.

Jadi, tegas Amir, reshuffle kabinet dalam situasi seperti ini bukan semata soal mengganti menteri, tetapi membangun ulang pusat kendali pemerintahan agar lebih responsif terhadap ancaman nasional.

“Presiden biasanya bertemu diam-diam ketika sedang mempersiapkan sesuatu yang besar. Tidak ada seremoni, tidak ada konsumsi publik. Yang ada adalah pertukaran informasi strategis dan pengambilan keputusan penting,” kata Amir.

Ia menilai, Presiden Prabowo Subianto saat ini sedang membangun semacam war room politik dan geopolitik untuk mengantisipasi kemungkinan turbulensi nasional ke depan, termasuk kemungkinan penataan ulang kabinet.

Amir melanjutkan, Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Indonesia Luhut Binsar Pandjaitan mewakili dimensi ekonomi-strategis dan koneksi global.

Sementara mantan KSAD Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman mewakili stabilitas keamanan domestik. 

"Jika setelah ini muncul langkah reshuffle, maka publik tidak perlu kaget karena fondasi konsolidasinya sudah mulai terlihat sekarang,” tutup Amir. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA