Nama-nama calon menteri pun mulai bermunculan dari lembaga-lembaga kajian politik dan survei, salah satunya adalah Hermanto Dardak, Wakil Menteri PU saat ini. Belum lama ini survei Indonesia Research and Survei (IRES) menempatkan Hermanto sebagai salah satu dari nama-nama yang layak dipertimbangkan untuk menjadi Menteri PU/Infrastruktur.
Jokowi pernah menyampaikan bahwa dari sekian banyak nama, yang akan dikerucutkan terakhir menjadi 50 nama akan mencakup profesional, birokrat dan partai politik. Kementerian PU memang memiliki tradisi kental dipimpin oleh birokrat karier, dan Hermanto yang memiliki karir cemerlang di PU menjadi birokrat berprestasi yang cukup berpotensi untuk dipilih.
Kedekatan Hermanto dengan Jokowi secara profesional memang sudah terjalin lama sebelum Jokowi terpilih menjadi presiden, dan setelah terpilih, Jokowi mengajak Hermanto dalam blusukan pertamanya sebagai Presiden terpilih ke Ciliwung (26/8).
Hermanto yang pernah menjabat Dirjen Bina Marga dan Dirjen Penataan Ruang, belum lama ini ramai diberitakan karena menjadi orang Indonesia pertama yang mendapatkan penghargaan individual tertinggi dunia dibidang transportasi jalan dalam 63 tahun sejarah penghargaan International Road Federation (IRF) Professional of the Year (18/9).
Saat dikonfirmasi mengenai tanggapannya terhadap kabar dirinya sebagai calon kuat menteri PU/infrastruktur, penyandang gelar doktor ini tidak mau berkomentar panjang lebar.
"Saya tidak bisa banyak berkomentar, karena itu hak prerogatif Presiden, yang penting saya fokus menjalankan tugas saya yang sekarang saja sebaik mungkin," kata Hermanto Dardak di Jakarta, Jumat (26/9).
[rus]
BERITA TERKAIT: