“Kekuatan Jokowi ada pada relawan dan dukungan publik. Pilpres nanti merupakan
moment of truth antara Orde Baru vs Orde Reformasi,†kata dia dalam diskusi bertema Strategi Merebut Suara Kaum Muda di acara Temu Raya Nasional Aliansi Masyarakat Sipil untuk Indonesia Hebat (Almisbat), di Jakarta, Sabtu (10/5).
Dengan kondisi itu, Burhanuddin mengibaratkan bahwa Pilpres 2014 bukan pertarungan antara Jokowi vs Prabowo melainkan antara perubahan dengan kekuatan lama. Pilpres 2014 merupakan
to be or not to be bagi perubahan mendatang. Menurut dia, pemimpin baru bercirikan kejujuran dan tak ada batas. Pemimpin lama berani, wah, dan tegas.
“Jokowi adalah tipe pemimpin baru yang mendengar dan melayani,†ujarnya.
Namun begitu, Burhanuddin mengingatkan timses Jokowi untuk tetap bekerja keras dan bekerja cerdas karena posisi Jokowi dari segi elektabilitas belum aman. Waktu tersisa yang hanya tinggal dua bulan itu, kata dia, harus dimanfaatkan Almisbat dan relawan lainnya kerja keras dan cerdas.
“Kerja cerdas artinya tak membuang waktu, tak menggarami lautan, atau menggarap yang sudah jelas petanya. Kalau sudah jelas 'merah', ya tidak perlu dikerjakan. Pindah ke daerah lain,†ujarnya.
[ian]
BERITA TERKAIT: