Akper Husada Naik Kelas Jadi STIKES

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/diki-trianto-1'>DIKI TRIANTO</a>
LAPORAN: DIKI TRIANTO
  • Kamis, 07 Mei 2026, 22:06 WIB
Akper Husada Naik Kelas Jadi STIKES
Akper Husada Karya Jaya bertransformasi menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan. (Foto: Dok. Pribadi)
rmol news logo Akademi Keperawatan (Akper) Husada Karya Jaya tengah bersiap bertransformasi menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) sebagai langkah memperluas akses pendidikan kesehatan bagi masyarakat menengah ke bawah.

Ketua Dewan Pembina Yayasan Jaya Husada, Rudyono Darsono menegaskan, perubahan bentuk kelembagaan itu bukan untuk menghilangkan identitas pendidikan keperawatan, melainkan memperluas cakupan pembelajaran agar lebih terbuka dan inklusif.

“Perubahan ini bukan untuk menghapus akademi keperawatan, tetapi untuk meningkatkan sistem pembelajaran yang lebih luas dan terbuka, terutama bagi masyarakat menengah ke bawah,” ujar Rudyono dalam siaran persnya, Kamis, 7 Mei 2026.

Menurutnya, transformasi tersebut bertujuan membuka peluang pendidikan yang lebih besar bagi masyarakat dengan keterbatasan ekonomi. Karena itu, ia memberi syarat agar biaya pendidikan tetap terjangkau.

“Saya mendukung perubahan ini dengan satu catatan penting: biaya pendidikan harus bisa dijangkau oleh masyarakat menengah ke bawah. Jika biayanya masih tinggi, maka saya tidak akan mengizinkan,” tegasnya.

Rudyono menilai pendidikan harus menjadi alat mobilitas sosial untuk membantu masyarakat keluar dari tekanan ekonomi menuju kehidupan yang lebih mandiri dan berdaya.

Transformasi Akper menjadi STIKES itu juga disebut sejalan dengan visi besar Yayasan Rudyono Foundation dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia, terutama di tengah kondisi ekonomi yang dinilai semakin menekan kelas menengah.

“Kita melihat masyarakat menengah kita sangat rapuh. Bahkan ada potensi mereka turun menjadi masyarakat miskin. Ini yang harus kita cegah, salah satunya melalui pendidikan,” katanya.

Ia mengakui langkah tersebut memang belum bisa menjangkau seluruh wilayah, namun yayasan akan fokus pada area yang memungkinkan memberi dampak nyata bagi masyarakat.

Selain itu, Rudyono menegaskan pihak yayasan akan menanggung penuh kebutuhan pendanaan transformasi institusi tersebut, mulai dari pembangunan fasilitas, penyediaan lokasi, hingga pengembangan sarana pendidikan.

“Seluruh pendanaan akan kami tanggung melalui yayasan. Tidak akan ada pembiayaan yang memberatkan mahasiswa, apalagi melalui skema pinjaman. Ini murni hibah dari yayasan,” ungkapnya.

Tak hanya fokus di bidang pendidikan, Yayasan Rudyono Foundation juga memiliki rencana jangka panjang membangun rumah sakit yang terintegrasi dengan institusi pendidikan tersebut.

Meski mengakui pembangunan rumah sakit bukan perkara mudah, Rudyono menilai langkah awal yang harus dipersiapkan adalah penguatan sumber daya manusia, terutama di bidang manajemen dan administrasi rumah sakit.

“Kami ingin menyiapkan pengelola rumah sakit terlebih dahulu, terutama dari sisi manajemen dan administrasi. Ini penting agar ketika rumah sakit dibangun, sudah ada sistem yang siap berjalan,” ujarnya.

Rudyono menegaskan dirinya akan terus mendorong pembangunan fasilitas pendidikan dan kesehatan yang dapat diakses masyarakat luas.

“Selama saya masih diberi kemampuan, saya akan terus membangun fasilitas kemanusiaan, baik pendidikan maupun kesehatan, agar masyarakat bisa hidup layak sebagai manusia merdeka dan manusia Pancasila di Indonesia,” tutupnya. rmol news logo article
EDITOR: DIKI TRIANTO

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA