Cak Ali: Mbah Sahal Fuqoha Modern

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ade-mulyana-1'>ADE MULYANA</a>
LAPORAN: ADE MULYANA
  • Jumat, 24 Januari 2014, 14:40 WIB
Cak Ali: Mbah Sahal Fuqoha Modern
rmol news logo Ketua Umum Ikatan Sarjana NU Ali Masykur Musa menyatakan kesedihan yang mendalam atas meninggalnya ulama kharismatik KH Dr. Muhammad Achmad Sahal Mahfudz.

"Innnalilahi wa inna Ilaihi rojiun telah meninggal dunia guru kami, KH Sahal Mahfudz. Al Fatihah," ujar Ali Masykur Musa di Jakarta, Jum’at (24/1).

Ali Masykur mengatakan Mbah Sahal, demikian Sahal Mahfudz disapa, adalah tokoh yang sangat disegani bukan hanya karena ilmu, tetapi juga akhlaknya. Mbah Sahal yang juga Rais Aam PBNU dan mengemban amanah sebagai Ketua MUI selama 3 periode adalah sosok sangat taat pada aturan organisasi yang ada, sehingga pengambilan keputusan selalu menunggu pendapat beliau.

"Secara pribadi saya sangat kagum dan hormat pada almarhum Mbah Sahal. Banyak sikap politik saya yg dipengaruhi oleh pandangan beliau. Saya sangat terkesan saat menjadi Ketum ISNU saya dilantik langsung oleh beliau, yang mana tidak biasa dilakukan sebelumnya," terang Cak Ali, panggilan Ali Masykur.

Menurut Cak Ali, almarhum yang lazim disapa Mbah Sahal adalah fuqoha (ahli ilmu Fiqih) modern. Ada dua kitab karya beliau yang selalu menjadi rujukan umat untuk memperkaya khasanah Islam, yaitu Fiqih Siyasah (politik) dan Fiqih Lingkungan.

"Mbah Sahal adalah sosok yang sangat alim. Indonesia kehilangan ahli Fiqih terbaiknya. Dengan buku yang menjadi karya beliau itu hukum Islam mampu menjawab berbagai tantangan zaman," ungkap Cak Ali, panggilan akrabnya.[dem]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA