Berdasarkan hasil pemodelan kondisi penurunan tanah, kenaikan muka laut, elevasi pesisir, dan pasang surut laut, sejumlah kawasan dinilai rentan terdampak rob.
Wilayah tersebut meliputi Tanjungan, Muara Angke, Muara Baru, Pasar Ikan, Ancol Marina dan Jakarta International Stadium (JIS), Tanjung Priok, Kali Baru, hingga Marunda.
Meski demikian, Dinas SDA menyebut potensi rob pada Mei tahun ini relatif lebih rendah karena pasang laut diperkirakan hanya mencapai 0,69 meter dari mean sea level (MSL) atau permukaan laut rata-rata.
“Pemodelan potensi banjir rob dapat berubah akibat pembangunan, faktor non-pasang surut seperti anomali permukaan laut dan gelombang tinggi akibat angin serta upaya penanggulangan yang dilakukan,” tulis Dinas SDA DKI Jakarta, dikutip 12 Mei 2026.
Sebagai langkah antisipasi, Dinas SDA melalui Suku Dinas SDA Jakarta Utara menyiagakan 171 unit pompa stasioner di 56 lokasi di wilayah Jakarta Utara. Selain itu, pompa mobile juga disiapkan untuk menjangkau titik genangan yang belum terlayani pompa tetap.Peta
Sejumlah rumah pompa dan pintu air yang disiagakan antara lain Pintu Air Marina, Pompa Kali Asin, Rumah Pompa Pluit, Pompa Ancol, Pompa Junction PIK, Pompa Muara Angke, Pompa Pasar Ikan, Pompa Tanjungan, hingga Pompa Polder Kamal.
Dinas SDA juga mengerahkan Satgas SDA atau Pasukan Biru untuk melakukan pemantauan rutin di kawasan pesisir. Petugas disiagakan untuk bergerak cepat apabila banjir rob terjadi.
Masyarakat diminta tetap waspada terhadap potensi genangan di wilayah pesisir utara Jakarta.
Warga juga dapat memantau perkembangan banjir rob melalui laman BPBD DKI Jakarta, aplikasi JAKI, atau menghubungi layanan darurat 112 apabila menemukan kondisi kedaruratan.
BERITA TERKAIT: