Soegeng Sarjadi: 2014, Dukun Politik Mati!

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Kamis, 09 Januari 2014, 12:51 WIB
Soegeng Sarjadi: 2014, Dukun Politik Mati<i>!</i>
soegeng sarjadi/net
rmol news logo Tahun 2014 harus tercipta sebuah perubahan. Semua pihak termasuk dari kalangan muda sangat ingin hal itu terjadi. Namun, untuk menuju perubahan, budaya politik sehat harus diciptakan terlebih dahulu.

Demikian disampaikan pendiri Soegeng Sarjadi Syndicate, Soegeng Sarjadi, saat menghadiri kuliah umum peserta konvensi Demokrat Hayono Isman, di Hotel Four Seasons, Jakarta, Kamis (9/1).

"Ilmu politik sehat harus diambil oleh semua calon presiden 2014 nanti. Dulu di Pelabuhan Ratu banyak caleg yang bakar kemenyan dan pergi ke dukun. Tapi dengan politik sehat yang gunakan ilmu dan jajak pendapat di tahun 2014 ini, matilah sekarang dukun-dukun politik," tegas Soegeng.

Pengamat politik senior ini meminta agar pemimpin 2014 jangan mengukur majunya pembangunan melalui PDB atau Produk Domestik Bruto. Tapi pertumbuhan harus dilihari dari petani tersenyum, buruh punya masa depan dan generasi muda berpendidikan tinggi. Pembangunan bisa menjadikan cabai sebagai komoditas utama terbesar negara.

"Jadi perubahan nasional bisa diwujudkan apabila ada pemimpin yang punya hati dan kejujuran di tengah-tengah rakyat Indonesia," demikian Soegeng. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA